Selasa, 10 Januari 2012

Amankan Android, Google Beli Ratusan Paten IBM

Cuplikan teaser Google untuk Android Ice Cream Sandwich.

KOMPAS.com — Awal tahun 2012 ini, Google mendapat ketambahan 187 paten dan 36 aplikasi yang dibeli dari IBM. Ini merupakan kesekian kalinya Google mendapatkan paten milik IBM, sebelumnya Google telah membeli 1.000 paten dari IBM.
Pembelian paten ini dilakukan Google ditengarai untuk menyelamatkan Android yang mulai diserang kompetitornya, seperti Apple dan Microsoft, dengan isu paten.

Ratusan paten tambahan tersebut termasuk paten sistem yang menggunakan jaringan semantik untuk membangun jejaring sosial. Sebelumnya, Google juga telah membeli paten yang dimiliki Motorola Mobility sebanyak 2.400 paten untuk mengembangkan sistem operasi Android sejak Agustus 2011. Pembelian paten ini menghabiskan biaya 12,5 miliar dollar AS.

Vicki Salmon, ketua komite litigasi Chartered Institute of Patent Attorneys Inggris, percaya bahwa pembelian paten ini dilakukan Google untuk melindungi teknologi yang sedang digunakan saat ini sehingga mereka bisa tenang dalam merencanakan masa depan.

Google pernah berseteru dengan kompetitornya karena memperebutkan 6.000 paten Nortel saat perusahaan ini bangkrut. Paten yang diperebutkan di antaranya teknologi seputar jaringan nirkabel, 4G, data networking, optik, suara, internet, service provider, semikonduktor, dan portofolio paten lainnya.
Pada kasus ini, Apple, EMC, Ericsson, Microsoft, Research in Motion, dan Sony disebut membuat konsorsium untuk menjegal Google. Meski Google menawarkan 900 juta dollar AS untuk membeli paten Nortel, tetapi tetap kalah di pengadilan oleh konsorsium berbagai perusahaan besar tersebut.

Kamis, 29 Desember 2011

Apple Bisa Raup USD10 Untuk Setiap Perangkat Android

detail berita
Ilustrasi (Foto: appboy.com)
CALIFORNIA - Seperti diketahui, perang paten antara Apple dengan vendor perangkat Android semakin meruncing. Padahal menurut seorang pakar, Apple bisa saja mendapatkan USD10 untuk setiap perangkat Android yang dijual, jika tidak melakukan tuntutan hukum terhadap produsen smartphone tersebut.

Dilansir Apple Insider, Kamis (29/12/2011), dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Kevin Rivette, Managing Partner di perusahaan 3LP Advisor LLC, mengatakan Apple mungkin saja bisa mengumpulkan sampai USD10 tersebut, jika melakukan negosiasi tentang biaya lisensi untuk paten teknologinya.

Namun tampaknya hal tersebut tidak mungkin terjadi, terlebih lagi saat pendiri Apple, Steve Jobs memberitahu penulis biografinya, Walter Isaacson bahwa dia tidak tertarik  melisensi teknologi Apple untuk manufaktur Android. Jobs yakin, bahwa Android merupakan 'produk curian' dan mengindikasikan dia bersedia melakukan perang 'termonuklir' untuk menghentikannya.

Tapi menurut Rivette, langkah agresif tersebut dapat merugikan pemegang saham Apple. Dia yakin, itu semua akan mendorong pembuat perangkat untuk memodifikasi produk yang mereka langgar, dan bekerja di sekitar kekayaan intelektual Apple.

"Strategi 'membumi hanguskan' merupakan berita buruk, karena tidak bisa mengoptimalkan nilai dari hak paten mereka. Sehingga orang akan mendapatkannya di sekitar mereka," ujar Rivette.

"Ini seperti sebuah bendungan. Menggunakan paten mereka, untuk membuat saingan keluar seperti meletakkan batu di sungai, di mana arus itu akan menemukan jalan lain di sekitarnya. Bukankah lebih baik untuk mengarahkan ke mana air akan pergi."

Bukti bagaimana pembuat smartphone Android akan bekerja di sekitar kekayaan intelektual Apple, telah datang satu per satu.

Awal bulan ini, International Trade Commission (ITC) menetapkan bahwa HTC telah melanggar sebuah paten Apple terkait detektor data, tapi hanya sehari kemudian perusahaan tersebut mengatakan telah melakukan pengujian perangkat baru yang bekerja di sekitar pate Apple. Akibatnya, putusan ITC tersebut tidak memiliki dampak langsung untuk ke duanya, baik HTC atau Apple. (tyo)
Andina Librianty - Okezone